Jakarta, 9 September 2026 — Dunia ponsel layar lipat kembali mendapatkan pemain baru yang patut diperhitungkan. Xiaomi secara resmi meluncurkan Xiaomi 18 Fold, ponsel layar lipat dengan desain format lebar seukuran paspor yang langsung diposisikan sebagai penantang serius bagi Samsung Galaxy Z Fold8 dan Huawei Pura X Max. Dengan membawa sejumlah teknologi buatan sendiri, baterai berkapasitas raksasa, hingga sistem kamera ber-sensor 200MP hasil kolaborasi dengan Leica — pertanyaan besarnya kini: apakah Samsung perlu mulai waspada?
📱 Desain: Lebih Ringkas, Lebih Nyaman Digenggam
Xiaomi 18 Fold mengusung konsep layar lipat berukuran paspor yang lebih ringkas dibandingkan pendahulunya maupun kompetitor. Saat ditutup, perangkat ini memiliki lebar yang pas digenggam dengan satu tangan — berbeda dengan Galaxy Z Fold8 yang terasa lebih lebar pada layar penutupnya. Dimensi tertutup tercatat 117,8 × 83,6 × 10,68 mm, dan saat dibuka menjadi 163,8 × 117,8 × ketebalan hanya 5,02 mm. Beratnya pun tergolong ringan untuk ukuran HP lipat, yaitu 219 gram.
Tersedia dalam pilihan warna Merah Nishino, Putih Emas Hangat, dan Hitam Klasik, serta edisi khusus Keramik dengan warna merah muda yang dibatasi hanya 1.500 unit di seluruh dunia. Bingkai terbuat dari aluminium seri 7 yang kuat namun tetap ringan, sementara bagian belakang menggunakan kaca pelindung Xiaomi Shield Glass 3.0 yang diperkuat dengan teknik implantasi ion agar tahan benturan.
Jika dibandingkan langsung dengan Galaxy Z Fold8, Xiaomi 18 Fold memiliki layar penutup yang lebih sempit dan nyaman digunakan satu tangan, sementara Samsung menawarkan layar penutup yang lebih lebar. Sedangkan jika dibandingkan dengan Huawei Pura X Max, perangkat Xiaomi terasa lebih ringkas dan tidak terlalu lebar saat dibuka. Setiap desain memiliki kelebihannya masing-masing, namun Xiaomi tampaknya memilih keseimbangan antara kenyamanan genggaman dan luas tampilan.
🖥️ Layar: Dua Panel Super AMOLED 120Hz, Terang Hingga 4.000 Nits
Xiaomi 18 Fold dilengkapi dua layar berkualitas tinggi:
- Luar: 5,38 inci AMOLED, resolusi 1.712 × 1.168 piksel, LTPO 1–120Hz, kecerahan puncak 4.000 nits
- Dalam: 7,58 inci AMOLED Pol-less, resolusi 2.364 × 1.672 piksel, LTPO 1–120Hz, kecerahan puncak 4.000 nits
Kedua layar mendukung rentang warna luas P3, HDR10+, HDR Vivid, dan Dolby Vision. Teknologi peredupan DC diterapkan di seluruh rentang kecerahan demi kenyamanan mata, sementara kemampuan menyentuh layar saat tangan basah juga disematkan.
Yang menjadi sorotan adalah penggunaan kaca Ultra-Tipis (UTG) berlapis ganda pada layar dalam — lapisan atas setebal 50μm dan lapisan dalam 30μm. Kombinasi ini diklaim meningkatkan ketahanan benturan hingga 29% dibandingkan generasi sebelumnya.
⚡ Performa: Chipset XRING O3 Buatan Sendiri + LPDDR6 Pertama di Dunia
Ini adalah keunggulan terbesar Xiaomi 18 Fold. Perangkat ini menjadi yang pertama di dunia yang ditenagai chipset XRING O3 — sistem-on-chip buatan Xiaomi sendiri yang diproses dengan teknologi 3 nanometer dari TSMC. Arsitektur CPU-nya menggunakan 10 inti berperforma tinggi, sementara GPU hadir dengan 16 inti. Kinerja NPU-nya diklaim mampu menghadirkan kekuatan komputasi kecerdasan buatan hingga 200 TOPS.
Hasil pengujian AnTuTu V11 mencatatkan skor lebih dari 5,02 juta poin — angka yang menempatkannya jauh di atas kebanyakan chipset kelas unggulan yang ada saat ini. Sebagai perbandingan, Galaxy Z Fold8 yang menggunakan versi kustom Snapdragon diperkirakan mencatatkan skor sekitar 4 juta poin.
Tak kalah istimewa, Xiaomi 18 Fold juga menjadi perangkat pertama yang menggunakan memori LPDDR6 buatan Changxin Memory. Kapasitas RAM yang tersedia meliputi varian 12GB hingga 16GB, dengan penyimpanan internal mulai dari 256GB, 512GB, hingga 1TB.
🔋 Baterai 6.000 mAh: Kapasitas Terbesar di Kelas Layar Lipat
Di sektor ketahanan daya, Xiaomi tampil sangat percaya diri. Xiaomi 18 Fold membawa baterai 6.000 mAh berteknologi Jinshajiang dengan kepadatan energi yang sangat tinggi. Angka ini jauh melampaui Galaxy Z Fold8 yang diketahui membawa baterai sekitar 4.400–4.800 mAh.
Dukungan pengisian daya meliputi:
- ⚡ 67W pengisian kabel — mampu mengisi hingga persentase tertentu dalam waktu singkat
- ⚡ 50W pengisian nirkabel
- ⚡ Dukungan standar PPS 50W
Dengan kapasitas baterai sebesar ini, penggunaan ringan diklaim mampu bertahan hingga dua hari, sementara pemakaian berat pun masih bisa menembus satu hari penuh tanpa perlu mengecas ulang.
📷 Kamera Leica 200MP: Tiga Lensa Lengkap Termasuk Zoom Periskop
Sistem kamera pada Xiaomi 18 Fold dikembangkan bekerja sama dengan Leica, membawa konfigurasi tiga lensa yang sangat lengkap:
- Utama: Sensor 200MP dengan lensa Leica Summilux, bukaan f/1.7
- Telefoto: 50MP dengan zoom optik 3,5x berjenis periskop
- Sudut lebar: 50MP untuk jangkauan pandangan luas
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 hanya membawa dua kamera belakang tanpa lensa telefoto — menjadikan Xiaomi unggul dalam kemampuan menjauhkan objek tanpa kehilangan ketajaman. Kamera depan berlubang beresolusi 16MP yang diletakkan di bagian atas layar dalam.
🛡️ Ketahanan: Engsel Tulang Naga yang Diuji Ratusan Kali
Xiaomi menyematkan engsel generasi baru bernama “Dragon Bone” atau Tulang Naga, yang telah melalui proses penelitian dan penyempurnaan struktur sebanyak 492 kali. Mekanisme tiga tingkat yang digunakan tidak hanya membuat pergerakan layar terasa halus dan kokoh, tetapi juga menyisakan ruang lebih luas bagi panel layar sehingga bezel dapat dibuat lebih ramping.
Bersama dengan kaca UTG berlapis ganda yang telah disebutkan sebelumnya, Xiaomi 18 Fold diklaim telah lulus uji ketahanan jatuh dan lipat-tutup berulang dengan standar yang sangat ketat.
🧠 Perangkat Lunak: HyperOS 4 dengan Fitur Kecerdasan Buatan
Sistem operasi yang berjalan adalah Xiaomi HyperOS 4 yang dikembangkan berbasis Android. Fitur andalan di sini adalah kemampuan pembagian layar hingga enam jendela sekaligus — memungkinkan pengguna menjalankan banyak aplikasi dalam tata letak yang nyaman dilihat. Bisa juga menggunakan tampilan dua atau tiga panel sekaligus.
Asisten suara Xiao Ai versi 2.0 hadir dengan kemampuan kecerdasan buatan yang lebih canggih, mampu memahami konteks percakapan dan melaksanakan tugas-tugas yang kompleks tanpa perlu perintah rinci. Chipset XRING O3 turut berperan mempercepat semua fungsi berbasis kecerdasan buatan.
💰 Harga dan Ketersediaan: Hanya di Tiongkok untuk Saat Ini
Xiaomi 18 Fold mulai dijual di Tiongkok per 10 September 2026 dengan rincian harga sebagai berikut:
Table
| Konfigurasi | Harga di Tiongkok | Perkiraan di Indonesia* |
|---|---|---|
| 12GB + 256GB | CNY 10.999 | ± Rp 28,9 juta |
| 12GB + 512GB | CNY 11.999 | ± Rp 31,5 juta |
| 16GB + 512GB | CNY 12.999 | ± Rp 34,0 juta |
| 16GB + 1TB | CNY 14.999 | ± Rp 39,0 juta |
| Edisi Khusus Keramik 16GB+1TB | CNY 15.999 | ± Rp 42,0 juta |
Catatan: Angka dalam Rupiah adalah perkiraan kurs dan belum termasuk pajak impor serta biaya jasa pengiriman.
Kabar yang perlu diketahui: hingga saat ini, belum ada rencana penjualan secara global. Xiaomi 18 Fold untuk sementara waktu hanya dipasarkan di wilayah Tiongkok. Artinya, bagi konsumen di Indonesia maupun negara lain yang ingin memilikinya, kemungkinan harus melalui jalur pembelian perantara atau layanan pengiriman dari luar negeri — dengan segala risiko dan keterbatasan garansi yang menyertainya.
⚖️ Kesimpulan: Apakah Samsung Perlu Waspada?
Xiaomi 18 Fold hadir dengan sejumlah keunggulan yang sulit diabaikan: chipset buatan sendiri yang mencatatkan skor kinerja luar biasa, memori LPDDR6 yang belum dipakai perangkat lain, baterai berkapasitas jauh lebih besar dibanding pesaing, serta sistem kamera lengkap ber-sensor 200MP dengan lensa telefoto. Dari segi spesifikasi murni, Xiaomi memang telah menyusun perangkat yang mampu menandingi bahkan melampaui Galaxy Z Fold8 di atas kertas.
Namun demikian, ada beberapa hal yang tetap menjadi catatan:
- Ketersediaan terbatas: Belum dijual secara global, tidak ada jaminan layanan purna jual di luar Tiongkok.
- Pengalaman perangkat lunak: HyperOS 4 belum tentu memiliki kelengkapan fitur dan ketersediaan layanan yang setara dengan One UI milik Samsung di pasar internasional.
- Berat sedikit lebih besar: Meski tergolong ringan, Galaxy Z Fold8 masih lebih ringan sekitar 18 gram.
Jadi, apakah Samsung perlu waspada? Jawabannya: ya, sangat perlu — setidaknya dalam hal inovasi teknologi. Xiaomi telah menunjukkan kemampuan merancang dan memproduksi komponen kunci sendiri, mulai dari prosesor hingga teknologi baterai dan memori. Namun sampai Xiaomi benar-benar masuk ke pasar global dengan jaringan layanan yang memadai, dominasi Samsung di pasar layar lipat dunia masih akan bertahan. Pertarungan yang sesungguhnya baru akan dimulai ketika Xiaomi mulai melayani pasar internasional secara resmi.
Sementara itu, bagi kita di Indonesia, tampaknya harus bersabar menunggu — atau bersiap melalui jalur impor.

