Badai Birokrasi di Lapangan Banteng: Duduk Perkara Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari Kursi Menteri Keuangan

Badai Birokrasi di Lapangan Banteng: Duduk Perkara Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari Kursi Menteri Keuangan

JAKARTA – Dinamika politik di lingkaran Kabinet Merah Putih kembali bergejolak setelah Presiden Prabowo Subianto secara mendadak melakukan perombakan kabinet (reshuffle) terbatas. Jabatan strategis Menteri Keuangan yang selama setahun terakhir diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa resmi dialihkan kepada Suahasil Nazara. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, menandai berakhirnya masa jabatan Purbaya sebagai bendahara negara. Langkah mendadak ini memicu gelombang spekulasi di kalangan pelaku pasar modal dan pengamat kebijakan publik nasional.

Sinyal keretakan tata kelola birokrasi di tubuh Kemenkeu disinyalir menguat pasca-keputusan berani yang diambil Purbaya beberapa hari sebelum dirinya dicopot. Pada Kamis, 10 September 2026, Purbaya melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran terhadap sekitar 50 pegawai level Eselon II dan 350 pegawai level Eselon III di lingkungan kementerian. Perombakan masif tersebut menyasar pos-pos krusial mulai dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), hingga jajaran direksi Badan Layanan Umum (BLU). Banyak pihak menilai bahwa manuver internal yang dilakukan tanpa koordinasi matang dengan jajaran Direktur Jenderal dan Istana ini menjadi pemicu utama di balik keputusan tegas Presiden untuk menggantinya.

Saat dikonfirmasi oleh awak media seusai upacara sertijab, Purbaya secara blak-blakan mengakui bahwa keputusan reorganisasi pegawai tersebut ditengarai kuat memiliki andil terhadap pencopotan dirinya. “Sebagian ada [kaitannya]. Tapi itu kan hak prerogatif presiden, kita ikuti saja sebagai pembantu beliau,” ujar Purbaya dengan nada santai. Ia membantah adanya isu miring terkait ketidaksepahaman prinsip kebijakan fiskal makro dengan Presiden Prabowo, dan menegaskan bahwa seluruh langkah strategis penyerapan anggaran yang ditempuhnya selalu diupayakan selaras dengan visi besar pemerintah pusat. Terkait status ratusan pejabat baru yang telanjur dilantiknya, Purbaya menyerahkan sepenuhnya legalitas Surat Keputusan (SK) tersebut kepada Menteri Keuangan yang baru.

Di sisi lain, pengamat ekonomi politik dari Center of Economic and Law Studies (Celios) mengindikasikan adanya faktor krusial lain di luar masalah rotasi kepegawaian. Terdapat hambatan komunikasi birokrasi terkait penyelarasan struktur lembaga baru Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Ananta Nusantara) serta target setoran dividen BUMN sebesar Rp120 triliun ke kas negara yang sempat menuai protes internal. Suahasil Nazara, yang kini resmi naik kelas menjadi Menkeu setelah mengabdi sebagai Wakil Menteri Keuangan selama hampir tujuh tahun, menegaskan bahwa Kemenkeu dengan total 77.000 pegawai harus segera memperkuat konsolidasi internal demi menjaga stabilitas pertumbuhan dan menumbuhkan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Dampak dari pengumuman mendadak pergantian kepemimpinan fiskal ini langsung direspons negatif oleh pasar keuangan dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terpuruk di zona merah akibat pelaku pasar yang cenderung bersikap wait and see terhadap arah kebijakan perpajakan dan belanja negara menteri baru. Nilai tukar rupiah pun terpantau ikut melemah tipis ke level Rp17.694 per dolar Amerika Serikat. Kendati demikian, Bank Indonesia optimis gejolak ini bersifat temporer karena figur Suahasil sudah sangat dikenal oleh pasar sebagai arsitek APBN yang berpengalaman sejak era kepemimpinan nasional sebelumnya.

Menutup lembaran tugasnya yang genap berjalan satu tahun, Purbaya memilih untuk irit bicara dalam pidato pamitannya. Sambil melemparkan kelakar kepada wartawan, ekonom senior tersebut mengaku ingin meluangkan waktu sejenak keluar dari hiruk-pikuk politik ibu kota untuk beristirahat. “Habis ini saya mau pulang ke rumah, mau mancing ikan di kolam belakang rumah sambil melamun memikirkan kenapa dicopot,” kelakarnya yang disambut tawa para staf kementerian. Langkah penyegaran kabinet ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program kerja prioritas pemerintah pada kuartal akhir tahun anggaran berjalan.

administrator

Related Articles