JAKARTA – Gelombang antusiasme pencinta sepak bola tanah air tumpah ruah di sepanjang koridor protokol ibu kota pada Minggu pagi, 13 September 2026. Bertepatan dengan momentum Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) Jakarta, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama dengan perwakilan federasi sepak bola dunia menggelar acara Roll To Glory FIFA ASEAN Cup Family Parade. Kegiatan pemanasan ini sukses menarik perhatian ribuan warga yang memadati rute pergerakan mulai dari Pintu 6 Gelora Bung Karno (GBK) menuju panggung utama di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Parade spektakuler ini diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan akhir sekaligus penyambutan resmi turnamen FIFA ASEAN Cup 2026, di mana Indonesia telah ditunjuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar tersebut. Kehadiran replika bola raksasa serta trofi bergengsi turnamen yang diarak di sepanjang jalan protokol menjadi magnet visual utama bagi masyarakat yang hadir. Semangat juang dan optimisme publik kian terpompa berkat kehadiran sejumlah legenda dan mantan pemain Timnas Indonesia seperti Ismed Sofyan, Aliyudin, dan Atep yang ikut berjalan berbaur di tengah-tengah komunitas olahraga daerah.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang hadir langsung di lokasi menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi luar biasa yang ditunjukkan oleh berbagai pihak demi menyukseskan turnamen yang dijadwalkan bergulir mulai akhir September hingga awal Oktober 2026 mendatang. Erick menilai bahwa parade keluarga ini merupakan momentum krusial untuk membangun kesadaran publik serta memperlihatkan kepada dunia internasional mengenai kesiapan total infrastruktur Indonesia sebagai penyelenggara event olahraga kelas dunia. Dukungan penuh dari FIFA, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi garansi utama kelancaran operasional kompetisi.
Senada dengan PSSI, jajaran pemprov berkomitmen penuh untuk menggaransi keamanan, kenyamanan, serta kemudahan integrasi moda transportasi massal seperti MRT, LRT, dan Transjakarta bagi para penonton dan delegasi asing yang akan memadati stadion. Turnamen yang akan melibatkan negara-negara kawasan Asia Tenggara ini diproyeksikan menjadi panggung pembuktian baru bagi reputasi manajemen olahraga tanah air pasca-suksesnya penyelenggaraan berbagai ajang internasional beberapa tahun lalu. Penataan kawasan sekitar stadion juga telah rampung guna memastikan alur pergerakan suporter berjalan tertib tanpa memicu kemacetan parah di jalur utama.
Selain persiapan sarana fisik, PSSI juga memberikan perhatian khusus pada sektor penguatan pembinaan mental dan teknis skuad Garuda yang akan bertanding. Pelatihan terpusat (training center) intensif telah dijalankan guna memastikan para pemain berada dalam kondisi fisik puncak. Erick Thohir menambahkan bahwa dukungan psikologis dari suporter melalui ajang parade keluarga ini diharapkan mampu memberikan energi tambahan bagi tim nasional untuk memberikan performa terbaik dan membanggakan seluruh rakyat Indonesia di rumput hijau nanti.
Parade ini juga dimeriahkan oleh festival produk lokal dan stan interaktif yang memungkinkan anak-anak usia dini mencoba berbagai permainan ketangkasan sepak bola. PSSI memanfaatkan momen ini untuk mengampanyekan pentingnya sportivitas sejak dini serta membangun kultur sepak bola keluarga yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak-anak di dalam stadion. Kampanye ini mendapat sambutan luar biasa dari komunitas fans klub yang berkomitmen menjaga ketertiban selama turnamen berlangsung.
Melalui pelaksanaan Family Parade ini, sepak bola kembali membuktikan fungsinya sebagai instrumen pemersatu sosial yang sangat efektif lintas generasi. Dukungan moral dari masyarakat luas diharapkan terus mengalir deras bagi skuad Garuda yang akan segera berlaga, demi merealisasikan target utama yang telah dicanangkan bersama oleh pencinta sepak bola nasional, yakni merengkuh gelar juara di hadapan publik sendiri sekaligus mengukuhkan dominasi sepak bola Indonesia di panggung regional.

