Pemerintah mulai melakukan peninjauan intensif terhadap kesiapan mudik Lebaran guna memastikan arus perjalanan masyarakat selama Hari Raya Idulfitri berjalan aman, lancar, dan nyaman. Peninjauan ini dilakukan di sejumlah titik strategis, mulai dari jalan tol, pelabuhan, terminal, stasiun, hingga bandara yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang menjelang puncak arus mudik.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipasi pemerintah menghadapi mobilitas masyarakat yang setiap tahun meningkat signifikan saat musim mudik. Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang, atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya kebutuhan koordinasi dan kesiapan infrastruktur transportasi nasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana transportasi di berbagai moda. Pemeriksaan ini mencakup transportasi darat, laut, udara, serta kereta api, termasuk uji kelaikan atau ramp check untuk memastikan seluruh armada dalam kondisi layak operasi.
Selain moda transportasi, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kesiapan jalan tol dan jalan arteri nasional yang menjadi jalur utama pemudik. Sejumlah ruas tol fungsional turut disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas, terutama di jalur Trans Jawa dan Trans Sumatera.
Di kawasan Jawa, salah satu fokus utama peninjauan dilakukan di ruas Tol Solo–Yogyakarta yang akan difungsionalkan selama masa mudik. Jalur ini dinilai sangat strategis untuk mengurangi penumpukan kendaraan dari arah Jakarta dan Surabaya menuju wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.
Sementara itu, di wilayah Sumatera, pemerintah bersama Korlantas Polri meninjau ruas Tol Bayung Lencir–Tempino serta Tol Palembang–Betung yang juga akan dibuka secara fungsional untuk membantu kelancaran arus mudik. Keberadaan jalur ini diharapkan mampu membagi beban kendaraan dari jalur arteri nasional.
Tidak hanya jalan tol, pemerintah juga meninjau kesiapan pelabuhan, khususnya Pelabuhan Merak yang setiap tahun menjadi salah satu titik tersibuk untuk arus penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama sejumlah menteri turun langsung untuk memastikan kesiapan petugas, fasilitas dermaga, dan pengaturan antrean kendaraan.
Di sektor pengamanan, Polri telah menyiapkan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret dengan melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan. Operasi ini mencakup pengamanan jalur mudik, pusat keramaian, rumah ibadah, terminal, stasiun, pelabuhan, dan destinasi wisata.
Sebanyak 2.746 posko juga telah disiapkan di berbagai titik, terdiri atas pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos-pos ini akan berfungsi sebagai pusat informasi, pelayanan kesehatan, serta bantuan darurat bagi pemudik.
Untuk mengantisipasi kemacetan, pemerintah juga menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contraflow, ganjil-genap, hingga buffer zone di sekitar pelabuhan dan ruas tol tertentu. Langkah ini dinilai penting mengingat puncak arus mudik biasanya terjadi dalam dua gelombang besar.
Selain itu, Kementerian Perhubungan telah membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 sebagai pusat koordinasi nasional. Posko ini memanfaatkan teknologi digital seperti pemantauan CCTV, drone, data lalu lintas real-time, serta laporan cuaca dari BMKG untuk mempercepat respons di lapangan.
Pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tiket pesawat, kapal laut, kereta api, serta program mudik gratis untuk membantu masyarakat. Kebijakan work from anywhere (WFA) di sejumlah instansi juga diharapkan dapat membantu penyebaran waktu keberangkatan pemudik agar tidak menumpuk pada satu hari tertentu.
Masyarakat menyambut positif langkah peninjauan ini. Banyak pemudik berharap pemerintah benar-benar memastikan kondisi jalan, rest area, SPBU, dan fasilitas umum berada dalam kondisi optimal.
Pengamat transportasi menilai kesiapan mudik tahun ini terlihat lebih matang karena melibatkan koordinasi lintas kementerian, BUMN, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.
Dengan peninjauan yang dilakukan sejak jauh hari, pemerintah berharap perjalanan mudik Lebaran dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan minim hambatan. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, kesiapan infrastruktur dan pelayanan publik menjadi faktor utama untuk memastikan tradisi pulang kampung tetap menjadi momen yang menyenangkan bagi jutaan warga Indonesia.

